Selasa, 03 Juni 2014

STANDAR ERGONOMI UNTUK SEBUAH KITCHEN SET

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai standar ergonomi kitchen set, pertama-tama saya akan menjelaskan apa itu ergonomi.

Ergonomi berasal dari bahasa Yunani, Ergon yang artinya kerja dan Nomos yang artinya hukum alam atau aturan yang mana ergonomi adalah aturan yang berkaitan dengan kerja. Dapat disimpulkan ergonomi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan dan elemen-elemen lain dalam suatu sistem dan pekerjaan yang mengaplikasikan teori, prinsip, data, dan metode untuk merancang suatu sistem yang optimal, dilihat dari sisi manusia dan kinerjanya. Ergonomi sendiri bertujuan untuk memudahkan, mengefisiensi pola kerja kita.

Sekarang kita langsung saja masuk ke topik pembahasan.

Kitchen set merupakan salah satu perangkat dapur yang berbentuk lemari kabinet yang berfungsi untuk menyimpan alat-alat rumah tangga, khususnya perlengkapan dapur. Secara umum kitchen set merupakan produksi furniture yang dibuat untuk mewadahi keperluan memasak dalam rumah yang dilengkapi dengan peralatan yang menunjang untuk masak-memasak.
Kebanyakan orang-orang tidak terlalu mempedulikan ukuran kitchen tersebut, apakah tinggi kabinet gantung teralu tinggi atau terlalu rendah, akibatnya saat beraktifitas di dapur akan merasa tidak nyaman. Ukuran idela sebuah kitchen set sepintas terkesan sepele. Tapi sebagai pengguna bisa merasakan sendiri akibatnya. Ukuran yang sembarangan dapat membuat kerja di dapur jadi tidak nyaman. Kalau mau lebih nyaman lagi, seharusnya ukuran lemari, working table, dan kitchen set harus disesuaikan dengan ukuran tinggi badan, bahkan ukuran siku, dari orang yang sering beraktivitas di dapur.

Tinggi Meja Kerja
Ketinggian tempat bak cuci, meja dapur, kompor, dan meja kerja sebaiknya setinggi pinggul, 85 cm - 90 cm dari lantai. Agar posisi tangan tidak terlalu tinggi atau rendah yang mengakibatkan pegal.

Daya jangkau
Permukaan meja kerja juga harus diperhatikan berapa lebarnya. Daya jangkau tangan manusia, khususnya wanita, ke depan adalah 85 cm, sementara ke samping antara 42cm - 62cm.

Sirkulasi
Jarak sirkulasi koridor antara area kerja satu dan yang lain, juga perlu diperhatikan. Terlalu sempit akan membuat dapur terasa sempit dan tidak nyaman. Masih dari Kitchens That Work disebutkan, bahwa jarak optimal yang sebaiknya diaplikasikan adalah 94cm.

Area Kerja
Area kerja, yaitu adanya ruang bebas antara meja dapur yang letaknya berhadapan, setidaknya harus berjarak 90 cm. Jarak ini berguna untuk memberi keleluasaan orang berdiri dan bekerja di dapur, juga saat membungkuk dan berjongkok ketika mengambil barang dari kabinet bawah. Jika merangkap jalur sirkulasi kegiatan di dapur, jarak tersebut minimum 150 cm.

Jarak Meja Dapur Dengan Dasar Kabinet
Jarak ideal antara meja dapur dengan dasar kabinet atas sekitar 50cm - 60cm. Dengan demikian, barang di dalam kabinet atas dapat dijangkau dengan mudah.

Lebar Meja
Lebar meja dapur sekitar 60 cm sehingga dengan ukuran ini, tangan dapat dengan nyaman bergerak dan kompor dan bak cuci standar terpasang sesuai dengan lebar yang tersedia.

Lebar Kabinet
Kabinet atas sebaiknya memiliki lebar tidak lebih dari 35 cm, agar kepala tak terantuk saat memotong atau mempersiapkan makanan.

Lekukan Kabinet Bawah
Lekukan di bawah kabinet sekitar 10 cm supaya orang dapat berdiri tegak menghadap meja dapur dan ujung kaki tak terganggu dengan kabinet. Lekukan tersebut juga berguna pada saat mengepel lantai.

Berikut diilustrasikan dimensi-dimensi utama tubuh manusia yang berkaitan dengan interaksi dalam kitchen set.


Model dan bentuk pilihan kitchen set sangat beragam, di antaranya:

1. Single line layout

Layout ini bisa dibilang bentuk paling simpel dibandingkan bentuk lainnya. Area memasak, kulkas, dan bak cuci, diletakkan dalam barisan yang sama. Contoh ukuran untuk kitchen set ini misalnya kawasan koridor atau berada dalam satu garis dinding berukuran panjang 300 cm, maka setidaknya untuk lebar kitchen set bisa 200 cm, sedangkan tinggi kabinet (bawah) seukuran tinggi pinggul orang dewasa kira-kira 85 cm.


2. Layout L

Jika kita ingin membuat dapur yang bersatu dengan ruang tamu atau ruang makan maka bentuk layout L ini sangat cocok karena membuat ruangan tampak besar dari sebenarnya. Satu sisi bisa digunakan untuk peletakan lemari es, wastafel, dan area memasak. Sisi lainnya untuk bak cuci yang menyatu dengan lemari kabinet.
Contoh ukurannya misalnya lebar 60 cm, tinggi 70 cm, dan panjang 300 cm. Bagian bawah kabinet ukurannya adalah 200 x 70 x 60, dan kabinet atas berukuran 300 cm , lebar 30 cm tinggi kira-kira 100 cm. Multiplek adalah bahan yang biasa dipakai untuk membuat lemari. Bahan tersebut umumnya ditambah dengan lapisan takon.


3. Layout U


Jika Anda mempunyai area persegi yang cukup besar, bentuk layout ini bisa jadi pilihan yang baik. Layout ini memosisikan area wastafel berseberangan dengan kulkas ataupun area masak. Bisa juga posisi bak cuci dan kulkas mengapit area memasak, menghasilkan posisi yang memudahkan aktivitas dapur.